Euphorbia Milli


Euphorbia milii, atau yang lebih populer dengan nama bunga eforbia atau mahkota duri, adalah salah satu spesies dari genus Euphorbia yang berasal dari Madagaskar. Tanaman ini merupakan perdu tegak dengan batang berduri tajam dan getah putih yang khas. Meskipun dikenal sebagai tanaman hias karena bunganya yang cantik dan tahan lama, beberapa bagian tanaman ini mengandung senyawa aktif yang digunakan dalam pengobatan tradisional, meskipun harus berhati-hati karena getahnya bersifat iritan. Di Indonesia, tanaman ini sangat populer dan sering dianggap sebagai tanaman pembawa keberuntungan bagi sebagian orang. 


Perkenalan Pertama 

Interaksi pertama saya dengan tanaman Euphorbia milii sudah dimulai sejak tahun 2004. Saat itu, masyarakat sedang digandrungi oleh tren tiga tanaman hias populer: Euphorbia, Adenium, dan Anthurium. Setelah membaca berbagai referensi, saya akhirnya lebih tertarik pada Euphorbia dan Adenium karena karakternya yang relatif lebih tahan banting dan mudah beradaptasi.

Koleksi pertama saya dimulai dengan varian bunga berwarna merah. Namun, setelah beberapa minggu terpikat oleh bentuk bunganya yang unik, saya memutuskan untuk berburu warna lain. Saya pun berhasil mendapatkan warna kuning yang saat itu masih tergolong jarang, serta warna merah muda di sebuah toko bunga. Ketiga koleksi awal saya tersebut memiliki karakteristik bunga berukuran besar. Setahun berselang, eksplorasi saya berlanjut hingga menemukan varian Euphorbia dengan bunga kecil yang tidak kalah menawan. Dari yang awalnya hanya memiliki satu pohon per warna, ketelatenan dalam merawat membuat saya berhasil memperbanyak masing-masing warna tersebut hingga koleksi saya berkembang pesat.


Perbanyakan Tanaman 

Tanaman Euphorbia tergolong cukup tangguh dan dapat diperbanyak dengan beberapa cara, namun metode yang paling umum dan efektif adalah melalui stek batang. Berbeda dengan Vinca yang sangat produktif menghasilkan biji, perbanyakan Euphorbia di lingkungan rumah lebih sering mengandalkan cara vegetatif karena lebih cepat dan praktis. Proses stek bisa dilakukan dengan memotong batang yang sudah cukup tua. Salah satu hal penting yang saya pelajari adalah setelah batang dipotong, getah putihnya harus dibiarkan mengering terlebih dahulu atau dicuci sebelum ditanam untuk mencegah pembusukan. Biasanya, batang tersebut didiamkan selama 1-2 hari sebelum ditancapkan ke media tanam yang porous (tidak mengikat air). Dalam waktu sekitar 3 hingga 4 minggu, biasanya akar mulai tumbuh dan tunas baru akan muncul dari ketiak duri. Keuntungan dari metode stek ini adalah tanaman baru akan memiliki karakteristik warna dan ukuran bunga yang identik dengan indukannya, serta memiliki struktur batang yang lebih kokoh sejak awal pertumbuhan. 



Klasifikasi
KingdomPlantae
CladaeTracheophytes
CladaeAngiosperms
CladaeEudicots
OrderMalpighiales
FamilyEuphorbiaceae
GenusEuphorbia
Species Euphorbia milii

Gallery










Comments